Bahaya Laten Ego yang Tak Terkendali
Tariq mengusap wajahnya yang kuyu. Ia duduk bersila di sudut musala, menjauh dari jendela yang terus menerus mengantarkan suara riuh suporter futsal dari lapangan. Di depannya, layar ponsel menyala redup, terus-menerus memuntahkan pesan dari grup angkatan. Ia membalikkan ponselnya hingga layarnya mencium karpet. Gelap. Namun, diam di sudut musala tidak lantas membuat desakan itu hilang. […]